Sejarah Madinah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSGcKzPwDIkEjcTisa5K9sButBTl4jw_lpOaw-Xwyh4lwRUTmsCQDVZG28s-oqMbSQskqdIJkyNdFuyHaNi7yxjZaaHXQYzTVngSL25xTfMngscxGGSz29dIRf7z-cI6u398fJSbtC9Cq3/s72-c/Sejarah+Madinah.jpg
Rp 77.000
|
Judul
|
:
|
Sejarah Madinah
|
|
Penulis
|
:
|
Nizar Abazhah
|
|
Penerbit
|
:
|
Zaman
|
|
isi
|
:
|
520 Halaman
|
|
ISBN
|
:
|
978-602-1687-20-8
|
|
Ukuran
|
:
|
15 cm x 23 cm
|
|
Harga
|
:
|
77.000
|
Sinopsis Buku :
Bagaimana
jika Anda diajak berwisata ke kota Nabi—Madinah Munawwarah (kota bercahaya)?
Sebuah wisata tak biasa, karena Anda dibawa sang penulis untuk seakan merasakan
hidup bersama Rasulullah sekitar 10 tahun, semenjak beliau berhijrah hingga
detik terakhir menghadap Sang Khalik.
- Bagaimana Rasul menjalani pergulatan hidup
sehari-hari di komunitas baru sekaligus membangun kota baru—mulai dari
menata moral, mereformasi sosial, hingga membangun pasar?
- Bagaimana beliau mengelola konflik masyarakat
akibat perbedaan suku, agama, dan kepentingan kelompok?
- Bagaimana beliau menggerakkan ekonomi umat yang
sehat dan berkeadilan demi meningkatkan kemakmuran dan memberantas
kemiskinan?
- Bagaimana beliau menumbuhkan semangat mencari
ilmu dan meningkatkan keterampilan hidup segencar meningkatkan iman dan
ibadah sehingga terbentuk peradaban unggul (ya‘lû walâ yu‘lâ ‘alaih)?
Bagaimana beliau menghadapi intrik-intrik politik dan muslihat musuh secara anggun dan bermartabat? - Bagaimana beliau merintis lembaga-lembaga hukum
dan pelayanan masyarakat dengan pola administrasi efektif dan pembagian
kerja yang profesional?
- Bagaimana beliau menerjemahkan keindahan Islam
dalam persahabatan sesama muslim, pergaulan sosial lintas suku dan agama,
serta hubungan-hubungan diplomatik antarbangsa?
Inilah rekaman hari-hari Nabi penuh arti
Mendidik pribadi-pribadi untuk berbudi pekerti
Menata sendi-sendi masyarakat beradab dan berbudaya tinggi
Inilah kisah gemilang tentang Jejak lahir Peradaban Islam yang cemerlang
Sarat
dengan pelajaran dan pesan abadi: mengerti tujuan dan seni perjuangan hidup;
mengelola keragaman dan kemajemukan; mengatasi ancaman dan pengkhianatan;
memancang pilar-pilar sosial dalam keterbatasan; dan—yang terpenting—menjadikan
iman sebagai spirit membangun peradaban, bukan sekadar mencari balasan dari
Tuhan. Sangat detail, mengalir lincah, menginspirasi sekaligus bikin jatuh
hati.

Posting Komentar