Diary Kehidupan Shahabiyah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiURLIXX9-BMteYeQWnsg53Gvps1ADcV6GBiGpGOD3kRmkKWhz-e2DL39HYKXlY5wHdLDWCK-mINpxs2Tk6gwBW8AP9cDD_fc63YSm-9H8g8dalSO-Ou_8GKVhHBmp56_O4A-JCkYOBXEde/s72-c/DIary+Kehidupan+Shahabiyah.jpg
Rp 30.000
|
Judul
|
:
|
Diary Kehidupan
Shahabiyah
|
|
Penulis
|
:
|
Dr. Thal'at Muhammad
'Afifi Salim
|
|
Penerbit
|
:
|
|
|
Isi
|
:
|
180 Halaman
|
|
ISBN
|
:
|
978-602-7820-14-2
|
|
Ukuran
|
:
|
14 cm x 20 cm
|
|
Harga
|
:
|
30.000
|
Sinopsis
Buku :
Kita
sering mendengar anggapan ketidakadilan pembagian peran antara lelaki dan
perempuan. Seorang suami diberikan kebebasan bekerja di luar, diperintahkan
shalat berjamaah di masjid, leluasa pergi berdakwah dan berjihad ke mana saja.
Sedangkan istri ìhanyaî menjadi pelampiasan syahwat, ditugasi menjaga rumah,
merawat anak-anaknya, dan diutamakan shalat fardhu di rumah. Lalu bagaimana
seorang istri akan mendapat pahala sebanyak suaminya jika hanya berdiam diri di
rumah?
Jika
Anda juga dibuat bimbang dan pertanyaan besar menggelayut dalam benak, Anda
sudah keduluan Asma`r.a. Nabi Saw pun telah menjawab pertanyaan bernas
tersebut.
Inilah generasi Shahabiyah yang menakjubkan. Mereka memprotes bukan untuk meminta keringanan atau menjadi perempuan urakan, melainkan untuk meriah setinggi-tinggi kemuliaan. Di barisan mereka ada Ummul Mukminin Aisyah yang cerdik cendekia; Khansa` sosok ibu yang tangguh; atau Sumayyah, ibunda Ammar bin Yasir, wanita yang syahid pertama dalam sejarah Islam.
Inilah generasi Shahabiyah yang menakjubkan. Mereka memprotes bukan untuk meminta keringanan atau menjadi perempuan urakan, melainkan untuk meriah setinggi-tinggi kemuliaan. Di barisan mereka ada Ummul Mukminin Aisyah yang cerdik cendekia; Khansa` sosok ibu yang tangguh; atau Sumayyah, ibunda Ammar bin Yasir, wanita yang syahid pertama dalam sejarah Islam.
Buku
ini mengajak para wanita Muslimah di tengah derasnya arus modernitas yang acap
melalaikan identitas ini untuk tetap meneladani kehidupan para Shahabiyah yang
mulia dan berpegang teguh pada ajaran Islam. Kita akan dipandu menemukan
keberanian mereka dalam berdakwah, kecemerlangan ide-ide mereka, ketekunan dan
keteladanan mereka dalam beribadah dan mengajarkan ibadah kepada anak-anak
mereka. Bahkan dalam hal kedalaman ilmu, kita akan angkat topi sambil bergumam
lirih, Kami iri.

Posting Komentar