Ketika Cinta Berbuah Surga
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioirkZ80_vGtlYfcj2bBU9pGGmh6g6Y-fm0UkC7hU6gVd8z4OPPLvhGj0k91t21NxEt4-OiKEHqr2N0EyZnx9PqctTvH8G6Y3e0dhQcY98EZspuWZXk6-T2Y986huiUL0PlGHj9hSmKWgX/s72-c/Ketika+CInta+Berbuah+Surga.jpg
Rp 39.000
SINOPSIS BUKU :
|
Judul
|
:
|
Ketika Cinta
Berbuah Surga
|
|
Penulis
|
:
|
Habiburrahman
El-Shirazy
|
|
Penerbit
|
:
|
Basmalah
|
|
isi
|
:
|
184 Halaman
|
|
ISBN
|
:
|
978-602-148-7228
|
|
Ukuran
|
:
|
13 cm x 21 cm
|
|
Harga
|
:
|
39.000
|
SINOPSIS BUKU :
Seorang Ulama
terkemuka, Imam Sahl bin Abdullah Al-Tastari menuturkan kisah dirinya, “Ketika
berumur tiga tahun, aku ikut pamanku yaitu Muhammad bin Sanwar untuk melakukan
qiyamullail. Aku melihat cara shalat pamanku dan aku meniru gerakannya.
Suatu hari,
paman berkata kepadaku, ‘Apakah kau mengingat Allah, yang menciptakanmu?’
Aku menukas,
‘Bagaimana caranya aku mengingatnya?’
Beliau menjawab,
‘Anakku, jika kau berganti pakaian dan ketika hendak tidur, katakanlah tiga
kali dalam hatimu, tanpa menggerakkan lisanmu, ‘Allahu ma’i… Allahu naadhiri…
Allahu syaahidi!’ (Artinya, Allah bersamaku, Allah melihatku, Allah menyaksikan
aku!).
Aku menghafalkan
kalimat itu, lalu mengucapkannya bermalam-malam. Kemudian, aku menceritakan hal
ini kepada paman.
Pamanku berkata,
‘Mulai sekarang, capkan zikir itu sepuluh kali setiap malam.’
Aku
melakukannya, aku resapi maknanya, dan aku merasakan ada kenikmatan dalam
hatiku. Pikiran terasa terang. Aku merasa senantiasa bersama Allah Swt.
Satu tahun
setelah itu, paman berkata, ‘Jagalah apa yang aku ajarkan kepadamu, dan langgengkanlah
sampai kau masuk kubur. Zikir itu akan bermanfaat bagimu di dunia dan di
akhirat.’
Lalu, pamanku
berkata, ‘Hai Sahl, orang yang merasa selalu disertai Allah, dilihat Allah, dan
disaksikan Allah, akankah dia melakukan maksiat?’
Kalimat Allahu
ma’i. Allahu naadhiri. Allahu syaahidi! sangat terkenal di kalangan ulama arif
billah. Bahkan, Syeikh Al-Azhar; Imam Abdul Halim Mahmud, yang dikenal sebagai
ulama yang arif billahmenganjurkan kepada kaum Muslimin untuk menancapkan
kalimat ini di dalam hati. Maknanya yang dahsyat, jika dihayati dengan
sungguh-sungguh, akan mendatangkan rasa ma’iyatullah (selalu merasa disertai,
dilihat, dan disaksikan olehAllah Swt, di mana dan kapan saja).
Pada akhirnya,
rasa ini akan menumbuhkan takwa yang tinggi kepada Allah Swt. Kalau sudah
begitu, apakah orang yang merasa selalu disertai, dilihat, dan disaksikan Allah
akan melakukan maksiat?.
Sumber:
Habiburrahman El Shirazy (Ketika Cinta Berbuah Surga)

Posting Komentar