Keluarga Perempuan Rasulullah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZaS_AN9BxUlCIYm5XMRSJmAMtcaxKaC1HnFM1RUxBVnHA5q8HtL4sn8rfAOvCevdy5LDP8smECdDgVJCUhgQAFdLQ3UEY6WKZvC9EpohPe2vVpe5TvMjenfb0Y3udsG7GjVGgyjXDjEfN/s72-c/Keluarga+Perempuan+Rasulullah.jpg
Rp 50.000
|
Judul
|
:
|
Keluarga Perempuan Rasulullah
|
|
Penulis
|
:
|
Fathi Fawzi dan Widad Sakakini
|
|
Penerbit
|
:
|
Penerbit Zaman
|
|
Halaman
|
:
|
436 Halaman
|
|
ISBN
|
:
|
9789790242647
|
|
Ukuran
|
:
|
13 x 20,5 cm
|
|
Harga
|
:
|
50.000
|
Sinopsis Buku :
Sejak
lahir, lalu ditinggal mati kedua orangtuanya sampai kemudian menikah, Allah
menakdirkan Rasulullah dikelilingi para wanita. Hikmahnya ia mengenali hakikat
dan watak dasar wanita. Rasul mengenal wanita sebagai pemberi air susu,
pengayom, pendidik, sahabat, dan pemberi keturunan. Bahkan, kala peradaban Arab
dan dua peradaban besar dunia saat itu, Romawi dan Persia, menganggap wanita
semata-mata aksesoris, Islam memuliakan posisi mereka dan melibatkan mereka
dalam gerak sejarah peradaban Islam.
Buku
ini mengabadikan romantika hidup para ibu, istri, dan putri Rasulullah.
Bagaimana ibu-ibu hebat—seperti Aminah (ibu kandung), Umm Aiman (perawat),
Halimah al-Sa‘diyah (ibu asuh), Fatimah binti Asad (istri Abu Thalib), Syifa
binti Auf (bidan Rasulullah), dan Tsuaibah (ibu susuan Nabi)— melahirkan
dan membesarkan seorang pemimpin yang hebat?
Bagaimana
istri-istri dan putri-putri Nabi—dengan kelebihan masing-masing—memainkan peran
untuk mewarnai laju komunitas dan peradaban Islam. Bagaimana mereka tampil
menyempurnakan kemuliaan dan keagungan Muhammad sebagai pemimpin umat manusia?
Ditopang
referensi yang kaya dan tepercaya, Anda akan menikmati banyak kisah menarik
pada wanita-wanita mulia ini selama menemani Rasulullah: kisah-kisah yang sarat
dengan pelajaran, hikmah, dan keajaiban yang kadang jarang kita simak. Dengan
tutur-cerita yang lincah, Anda juga diajak menyusuri fase-fase penting
kehidupan Rasulullah.
Banyak
pelajaran dari kisah hidup mereka yang pantas jadi pendorong semangat kita
untuk bangkit dan jadi dongeng pengantar tidur bagi putra-putri kita. Dari
mereka kita juga belajar makna mementingkan orang lain, kesetiaan, juga
ayat-ayat takwa dan perjuangan.

Posting Komentar