Islamic Golden Rules
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeiMr55oOhqCY_KooajsHkepgAmK3GgVzeTBNUsD-nWPLuLogUEpF-x_TW02TY5GSvNUI8nT5OI5LIUyvaYRmq2WZI0mT-oFr86zYW1A6G3ntNzKzms8MSu0zGICgBMzC1u-yy_R3DwpUx/s72-c/Islamic+Golden+Rules.jpg
Rp 40.000
|
Judul
|
:
|
The Islamic Golden Rules
|
|
Penulis
|
:
|
Laode M. Kamaluddin
|
|
Penerbit
|
:
|
Ihwah Publishing House
|
|
Isi
|
:
|
|
|
ISBN
|
:
|
978-602-9822137
|
|
Ukuran
|
:
|
13 x 20.5 cm
|
|
Harga
|
:
|
40.000
|
Sinopsis Buku :
“Tulislah
apa yang kaubaca, dan bacalah apa yang kautulis. Maka kau akan sukses. Lalu
kerjakan apa yang kautulis, dan tulislah apa yang kaukerjakan. Maka kau akan
semakin sukses. Sesederhana itulah rumus kesuksesan saya.”
—Prof.
Laode M. Kamaluddin, Ph.D.
Pada
mulanya manusia hanya berjalan pelan di atas bumi, sementara burung-burung
terbang di angkasa. Lalu, manusia menciptakan pesawat yang kemampuan terbangnya
melebihi burung yang paling dahsyat, seperti elang atau rajawali. Pada mulanya
manusia hanya berdiri di pinggir pantai menatap ikan-ikan yang asing mengarungi
samudera. Kemudian, ia pun menciptakan kapal-kapal raksasa yang sanggup membawa
dirinya menyelam ke samudera yang paling dalam. Pada mulanya manusia hanya
berjalan tertatih-tatih sembari menyaksikan kijang atau rusa yang berlari
secepat angin. Lalu, manusia menciptakan mobil yang kecepatannya jauh melampaui
hewan-hewan itu.
Atas
kehebatan, atau lebih tepatnya, kelebihan yang dimiliknya itulah, manusia
kemudian penasaran dan terus mencari tahu; ada apa dengan dirinya? Apa
sebenarnya yang menjadi faktor utama yang membedakan dirinya dengan makhluk
lain? Apa yang membuat dirinya begitu hebat hingga melampaui makhluk lainnya?
Dan kini, jawaban itu telah mereka temukan; sesuatu yang teramat istimewa itu,
sesuatu yang membuat dirinya bisa melebihi makhluk lain itu, ternyata bernama
“otak” atau “akal”. Akal inilah yang hanya dimiliki manusia, tidak makhluk
selainnya. Konon karena itulah muncul pengistilahan manusia sebagai Hayawân
Nâthiq (hewan yang berpikir).
Sadar
akan kedahsyatan otak yang dimilikinya, beberapa ilmuwan tergoda untuk
melakukan kajian yang mendalam. Lalu, Diadakanlah penelitian atas otak.
Hasilnya, jauh di luar bayangan. Para pakar menyimpukan bahwa otak yang
dimiliki manusia terdiri atas 20 miliaran sel otak yang di dalamnya terdapat
neuron-neuron (kelenjar otak yang terkecil. Setiap satu neuron sama
kapasitasnya dengan satu itu komputer. Ini berarti, pada setiap otak manusia
kapasitasnya sama dengan 20 miliar komputer.
Konon,
dari 20 milliar sel otak itu, hanya sekitar 5% saja yang digunakan oleh
manusia. Itu pun dengan hitungan manusia itu sangat cerdas. Kalaupun ada
manusia yang super cerdas, menurut para pakar, ia hanya menggunakan 6% dari
kapasitas otak yang sesungguhnya. Ini berarti, sekitar 94% dari 20 milliar
kapasitas otak manusia masih kosong. Subhânallâh, hanya dengan 5-6% saja
manusia sudah sampai taraf kecerdasan yang mengagumkan, bagaimana kalau manusia
mampu menggunakan kapasitas otaknya sampai 80% atau 90%. Peradaban macam apa
yang akan terlahir olehnya.

Posting Komentar